3.13.2009

Heboh! Sapi Berkepala dua di Blitar!




Warga Kabupaten Blitar geger menyusul lahirnya sapi berkepala dua milik Handoko yang dipelihara Sukardi (37) warga Desa Kotes, Kecamatan Gandusari.

Anak sapi berkelamin betina itu lahir, Senin (9/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Sukardi mengaku kaget ketika memeriksa kondisi anak sapi itu ternyata kepalanya ada dua saling berhimpitan. "Batok kepalanya ada 2, matanya 4, mulutnya 2 tapi telinga dan kakinya normal," ujar Sukardi.

Begitu lahir, anak sapi jenis Limousin (dari Australia, red) hingga siang kemarin hanya terbaring. Menurut keterangan mantri hewan yang memeriksa, kondisi anak sapi itu sehat dan normal. Tapi sulit berdiri, karena tidak kuat menopang 2 kepalanya.

Anak sapi unik ini oleh Sukardi diberi nama Maulud, karena lahir tepat pada saat Hari Maulud Nabi Muhammad SAW. "Tapi dua kepalanya sama-sama berfungsi normal, bahkan ketika diberikan minuman susu induknya kedua mulut dan tenggorokannya juga berfungsi normal hanya tidak bisa berdiri saja," ujarnya.

Sejak lahir, anak sapi itu sudah menghabiskan 3 botol atau sekitar 750 ml air susu induknya. Kabar lahirnya anak sapi berkepala 2 itu langsung menyebar dan mengundang kedatangan ratusan warga yang ingin melihatnya.

Warga yang berdatangan juga berebut mengambil foto, bahkan mengelus-elus kepalanya. "Sapi berkepala 2, ini pertama kali terjadi di desa ini," tutur Suyono, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari yang datang bersama putranya.

Kesempatan ini dimanfaatkan pemuda setempat untuk mendapatkan pemasukan desa, dengan membuka tempat parkir atau penitipan sepeda motor. Selain itu menyediakan tempat sumbangan sukarela untuk kepentingan warga desa. Bahkan warga membentangkan terpal berukuran 3 x 5 meter di depan kandang sapi agar warga yang melihat tidak kepanasan.

Diungkapkan Sukardi, sejak dipelihara 6 bulan lalu, induk sapi kondisinya sudah hamil serta tidak ada kelainan. "Saya tidak punya firasat apa pun, mimpi atau kejadian yang aneh. Semuanya biasa-biasa saja," tandas ayah dari 1 orang putra ini.

Sukardi berharap anak sapi itu bisa tetap hidup normal. Pemiliknya Handoko sejauh ini masih belum ada rencana untuk menjualnya. "Terserah Pak Handoko, kalau dijual harga normalnya sekitar Rp 3 juta. Tapi kalau kondisinya begini, saya tidak tahu berapa harganya," ungkapnya

Sumber : kompas

0 komentar:

Posting Komentar